Feeds:
Pos
Komentar

Archive for the ‘Hobby’ Category

Masyarakat Transparansi Indonesia | Kajian

TABEL PELANGGARAN LALU LINTAS YANG DITINDAK
DENGAN TILANG SESUAI UNDANG-UNDANG NOMOR 14 TAHUN 1992
BESERTA PERATURAN PELAKSANAANNYA UNTUK DKI JAKARTA

Keterangan:

  • A merupakan kendaraan tidak bermotor
  • B merupakan sepeda motor
  • C merupakan mobil penumpang pribadi
  • D merupakan mobil penumpang umum
  • E merupakan pick up
  • F merupakan bus/truk
  • G merupakan truk gandeng
  • Semua denda tersebut dalam ribu (000,00) rupiah (Rp)
  • Setiap daerah mempunyai tabel denda yang berbeda-beda
  • Tabel pelanggaran ini berdasarkan petunjuk praktis pengisian blanko tilang yang diperbarui dan dapat dapat dibayar melalui bank, berlaku Februari 1995.

  • No

    KLASIFIKASI

    PASAL

    JENIS PELANGGARAN

    JENIS KENDARAAN PELANGGAR DAN

    UANG TITIPAN DALAM RIBU RUPIAH

    A

    B

    C

    D

    E

    F

    G

    <

    RINGAN

    <

    <

    <

    <

    <

    <

    <

    <

    1

    Psl. 91 (1) & (2) PP 43/93

    Kewajiban pejalan kaki untuk berjalan pada bagian jalan yang diperuntukan baginya atau pada bagian jalan yang paling kiri bila tidak terdapat bagian jalan yang dimaksudkan dan menyeberang ditempat yang telah ditentukan.

    10

    <

    <

    <

    <

    <

    <

    2

    58 Yo Psl. 17 (1) UULAJ

    Mengemudikan kendaraan tidak bermotor tanpa memenuhi persyaratan rem, lampu, tuter bagi kendaraan tidak bermotor.

    15

    <

    <

    <

    <

    <

    <

    3

    61 (1) Yo Psl. 23 (1) d Yo Psl. 8 (1) A UULAJ Yo Psl. 17 (3) & (4) PP 43/93

    Mengemudikan kendaraan bermotor di jalan melanggar rambu-rambu perintah atau larangan.

    <

    15

    25

    30

    30

    50

    75

    4

    61 (1) Yo Psl 23 (1) d Yo Psl 8 (1) b UULAJ Yo Psl 21 (1) & (4) PP 43/1993

    Mengemudikan kendaraan bermotor di jalan melanggar marka jalan yang berupa garis utuh membujur tunggal atau ganda gerakan LL/Jalur.

    <

    10

    25

    30

    30

    50

    75

    5

    61 (1) Yo Psl. 23 (1) d Yp Psl 8 (1) d UULAJ Yo Psl. 22 (2) PP 43/93

    Mengemudikan kendaraan bermotor di jalan melanggar marka jalan sebagai garis berhenti bagi kendaraan bermotor yang diwajibkan oleh alat pemberi isyarat lalu lintas atau rambu stop.

    <

    10

    15

    25

    25

    50

    75

    6

    61 (1) Yo Psl. 23 (1) d Yo Psl. 8 (1) C UULAJ Yo Psl. 29 PP 43/93

    Mengemudikan kendaraan bermotor di jalan melanggar ketentuan cahaya yang diberikan alat pemberi isyarat lalu lintas.

    <

    10

    25

    25

    30

    50

    75

    7

    61 (1) Yo Psl. 23 (1) d Yo Psl. 55a PP 43/93

    Mengemudikan kendaraan bermotor di jalan melanggar larangan melewati kendaraan lain dipersimpangan atau dipersilangan sebidang.

    <

    10

    25

    25

    30

    50

    75

    8

    61 (1) Yo Psl 23 (1) d UULAJ Yo 55b PP 43/93

    Mengemudikan kendaraan bermotor di jalan melanggar larangan melewati kendaraan lain yang sedang memberi kesempatan menyeberang pejalan kaki atau pengendara sepeda.

    <

    10

    25

    25

    30

    50

    75

    9

    61 (1) Yo Psl 23 (1) d UULAJ Yo Psl 65 PP 43/93

    Mengemudikan kendaraan bermotor di jalan melanggar kewajiban pemakai jalan untuk mendahulukan kendaraan yang mendapat prioritas sebagai yang dimaksud ayat 1 Psl 65 PP 43/1993.

    <

    10

    25

    25

    30

    60

    75

    10

    61 (1) Yo Psl. 23 (1) d Yo Psl. 23 (1) Psl 22 (1) UULAJ Yo Psl 66 (2) PP 43/93

    Mengemudikan kendaraan bermotor di jalan melanggar tanda berhenti atau parkir di tempat-tempat tertentu.

    <

    10

    25

    25

    30

    50

    75

    11

    61 (1) Yo Psl. 23 (1) d Yo Psl. 22 (1) d Yo Psl. 71 (2) b PP 43/93

    Mengemudikan kendaraan bermotor di jalan melanggar isyarat bunyi yang mengeluarkan suara tidak sesuai dengan persyaratan teknis dan laik jalan.

    <

    10

    25

    25

    25

    40

    50

    12

    61 (1) yo Psl 23 (1) d Yo Psl 22 (1) Yo Psl 72 PP 43/93

    Mengemudikan kendaraan bermotor di jalan melanggar penggunaan isyarat peringatan dengan bunyi sirene.

    <

    10

    15

    15

    15

    25

    30

    13

    51(1) Yo Psl. 23 (1) d UULAJ Yo Psl. 73 (1) e PP 43/93

    Mengemudikan kendaraan bermotor di jalan melanggar kewajiban pada waktu malam hari atau dalam keadaan gelap untuk menyalakan lampu utama, dekat lampu posisi depan dan belakakang, lampu tanda nomor kendaraan.

    <

    10

    15

    15

    15

    25

    30

    14

    61 (1) Yo Psl. 23 (1) d UULAJ Yo Psl. 74 (1) e PP 43/93

    Mengemudikan kendaraan bermotor di jalan melanggar larangan menyalakan lampu peringatan berwarna biru atau merah kecuali kendaraan bermotor tertentu sebagaimana Psl 72 PP43/93.

    <

    10

    15

    15

    15

    25

    30

    15

    61 (1) Yo Psl. 23 (1) d UULAJ Yo Psl. 74 (2) b PP 43/93

    Mengemudikan kendaraan bermotor di jalan melanggar kewajiban untuk menyalakan lampu petunjuk arah waktu akan membelok atau membalik arah.

    <

    10

    25

    25

    30

    35

    50

    16

    61 (1) Yo Psl. 23 (1) d UULAJ Yo Psl. 74 (2) c PP 43/93

    Pengemudi bus sekolah melanggar kewajiban untuk menyalakan lampu tanda berhenti waktu menurunkan atau menaikkan penumpang.

    <

    <

    15

    25

    25

    40

    40

    17

    61 (1) Yo Psl. 23 (1) d UULAJ Yo Psl. 74 (2) c PP 43/93

    Mengemudikan kendaraan bermotor di jalan melanggar kewajiban untuk menyalakan lampu peringatan berwarna kuning bagi kendaraan bermotor untuk penggunaan tertentu atau yang menyangkut barang tertentu sebagaimana yang dimaksud pasal 64 PP 44/93.

    <

    <

    25

    40

    40

    50

    60

    18

    61 (1) Yo Psl 23 (1) d UULAJ Yo Psl. 80 PP 43/93

    Mengemudikan kendaraan bermotor di jalan melanggar kecepatan maksimum yang diijinkan untuk kendaraan bermotor.

    <

    25

    50

    50

    50

    100

    125

    19

    61 (1) Yo Psl 23 (1) d UULAJ Yo Psl. 124 (1) b PP 43/93

    Mengemudikan kendaraan bermotor di jalan melanggar larangan kendaraan bermotor ditarik oleh lebih dari satu kendaraan bermotor.

    <

    15

    25

    50

    50

    75

    75

    20

    61 (1) Yo Psl. 23 (1) d UULAJ Yo Psl. 124 b PP 44/1993

    Mengemudikan kendaraan bermotor di jalan melanggar kewajiban menggunakan alat penarik yang kaku apabila kendaraan bermotor yang ditarik memiliki jumlah berat yang diperbolehkan lebih dari 4000 kg.

    <

    <

    25

    50

    50

    75

    75

    21

    61 (1) Yo Psl. 23 (1) c UULAJ Yo Psl.69 & 70 PP 44/1993

    Kewajiban menggunakan helm bagi pengemudi atau penumpang sepeda motor maupun kendaraan bermotor roda empat atau lebih tanpa dilengkapi rumah-rumah.

    <

    10

    25

    25

    25

    40

    50

    <

    SEDANG

    <

    <

    <

    <

    <

    <

    <

    <

    22

    56 (1) Yo Psl. 13 (3) UULAJ

    Mengemudikan kendaraan bermotor tanpa dilengkapi tanda bukti lulus uji bagi mobil bus, mobil barang, kendaraan umum, kereta gandeng dan kendaraan khusus di jalan.

    <

    <

    25

    50

    50

    75

    150

    23

    57 (2) Yo Psl. 14 (2) UULAJ Yo Psl 197 (1) & (3) PP 44/93

    Mengemudikan kendaraan bermotor tidak dapat menunjukkan STNK atau STCK beserta BTCK.

    <

    20

    50

    50

    50

    100

    125

    24

    57 (2) Yo Psl 14 (2) UULAJ

    Mengemudikan kendaraan bermotor tidak dilengkapi TNKB/TNCK yang sesuai dengan ketentuan.

    <

    15

    40

    40

    40

    75

    100

    25

    59 (1) Yo Psl 18 (1) UULAJ

    Mengemudikan kendaraan bermotor tidak sesuai dengan SIM sesuai ketentuan.

    <

    25

    50

    50

    75

    125

    150

    <

    BERAT

    <

    <

    <

    <

    <

    <

    <

    <

    26

    54 Yo Psl. 12 (1) Yo Psl. 34 UULAJ

    Mengemudikan kendaraan bermotor untuk mangangkut orang atau barang tidak sesuai dengan peruntukan (kecuali yang dimaksud ayat 1 Psl. 3 PP 41/93).

    <

    25

    50

    50

    75

    125

    150

    27

    54 Yo Psl. 12 (1) UULAJ

    Mengemudikan kendaraan bermotor tidak sesuai dengan persyaratan tehnis dan laik jalan yang meliputi persyaratan lampu dan komponen pendukung.

    <

    25

    50

    50

    75

    125

    150

    28

    54 Yo Psl. 12 (1) Yo Psl. 7 UULAJ

    Mengemudikan kendaraan bermotor tidak sesuai dengan kelas jalan yang dinyatakan dengan rambu-rambu.



    Iklan

    Read Full Post »

    Tips Setting Email Telkomnet di Outlook !

    Ada beberapa tahap untuk mensetting email TELKOMNet di Outlook, yaitu :
    1. Buka Outlook.
    2. Pada menu Tools, pilih E-mail Accounts.
    3. Pilih Add a new e-mail account dan kemudian klik Next.
    4. Pilih POP3 sebagai tipe server dan klik Next.
    5. Pada kotak Your name, tulis nama lengkap Anda
    6. Pada kotak E-mail address, tulis alamat email Anda. Sebagai contoh : member@telkom.net
    7. Pada kotak Incoming mail (POP3), tulis pop3.telkom.net
    8. PAda kotak Outgoing mail (SMTP), tulis smtp.telkom.net
    9. PAda kotak User name, tulis alamat email Anda.
    10. Pada kotak Password, tulis password email Anda.
    Note:
    – Fitur ini adalah pilihan, kosongkan saja bila Anda ingin Outlook meminta password Anda setiap Anda akan mengakses email.
    – Jangan mengisi kotak Secure Password Authentication.
    11. Klik tombol More Settings.
    12. Pada kotak Mail Account tuli mail.telkom.net.
    13. Pada kotak Organization, tulis nama organisasi Anda, Anda boleh mengkosongkannya.
    14. Pada kotak tulis alamat email Anda, Anda boleh mengkosongkannya.
    15. Klik tab Connection.
    16. Pada Connection, pilih Connect using my local area network (LAN).
    17. Kilk tab Advanced tab.
    18. Pada kotak Outgoing mail (SMTP), tulis 25.
    19. Pada kotak Incoming mail (POP3), tulis 110.
    20. Klik OK.
    21. Klik Finish untuk selesai.

    Read Full Post »

    Etika Berkomunikasi

    A. Komunikasi Point to Point
    1.Memantau dahulu / memonitor pada frekwensi / kanal yang diinginkan
    2.Wajib menyebutkan 10-28 (callsign) & 10–20 (posisi / tempat) memancar
    3.Menyebutkan 10-28 dan biasakan mengucapkan kata ganti pada akhir pembicaraan
    4.Memberikan kesempatan / prioritas kepada penyampai berita-berita yang penting
    5.Menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar
    6.Mengatur jalur / kanal apabila muncul pertama kali di kanal / frekwensi
    7.Apabila jalur / kanal sibuk sementara butuh komunikasi agak panjang dengan seseorang, sebaiknya bergeser (tidak memonopoli kanal/ frekwensi)
    8.Menggunakan Kode Ten (kode 10) untuk efisiensi komunikasi
    9.Membiasakan menulis di Log Book, dicatat dengan siapa berkomunikasi dan kapan / tanggal dan waktu 10.komunikasi dilakukan
    11.Menggunakan Nama Panggilan Juliet Zulu, No Daerah dan Suffiknya, contoh JZ12AR
    12.Dilarang menjadi net pengendali apabila sedang dalam statiun bergerak

    B. Komunikasi melalui Repeater / pancar ulang


    1.Memonitor dahulu selama 3-5 menit
    2.Memperhatikan siapa yang sedang berkomunikasi
    3.Memperhatikan apa yang sedang dikomunikasikan. (penting/tidak)
    4.Masuk pada spasi atau interval (tidak perlu menggunakan kata break atau contact), dengan menyebutkan 5.Callsign (10-28) dan apabila ingin berkomunikasi / memanggil seseorang, langsung memanggil dengan 6.menyebut 10-28 orang yang dipanggil (contoh: JZ12AR memanggil JZ12DM, maka pada jeda spasi JZ12AR langsung masuk dengan mengatakan: JZ12DM, JZ12AR 10-25)
    7.Tidak perlu tergesa-gesa, komunikasikan dengan kata-kata yang jelas dan mudah dimengerti / difahami
    8.Berkomunikasi seperti pada kanal / frekwensi kerja biasa
    9.Apabila ada hal yang bersifat darurat / emergency silahkan gunakan interupsi pada spasi / interval.
    Jangan memonopoli frekwensi dengan berkomunikasi hanya dengan satu orang, dan selalu memberikan kesempatan kepada orang lain yang mau menggunakan pancar ulang
    10.Membiasakan mengucapkan kata ganti pada akhir pembicaraan.
    11.Memberikan kesempatan kepada pengguna di lapangan / stasiun bergerak yg menggunakan perangkat dengan kemampuan terbatas
    12.Mengutamakan / memberikan kesempatan pada pembawa berita yg bersifat emergency / darurat
    Tidak dianjurkan berkomunikasi melalui repeater dengan menggunakan peralatan penguat mikrofon seperti: Echo, ALC, dsb – karena audio justru akan menjadi melebar dan tidak nyaman bagi orang lain yg mendengarkan.


    1.Apabila mau memotong / menyela pembicaraan disebabkan ada sesuatu informasi yang penting, gunakan pada saat jeda komunikasi atau spasi, kemudian masuk dengan menyebutkan identitas diri, Contoh : JZ12AR interupsi … dan yang sedang berkomunikasi sebaiknya mempersilahkan yg menginterupsi menggunakan frekwensi
    2.Setelah selesai kepentingannya sebaiknya dikembalikan pada pengguna sebelumnya dengan mengucapkan : Terima Kasih
    3.Kata Break atau Contact sebaiknya tidak dipakai, baik untuk keperluan menyela pembicaraan maupun apabila hanya ingin bergabung didalam pembicaraan / komunikasi
    4.Apabila tidak ada sesuatu yang penting dan hanya ingin bergabung maka pada saat jeda / spasi cukup menyebutkan identitas diri, Contoh: JZ12AR masuk / bergabung atau cukup dengan menyebut JZ12AR saja
    5.Apabila mengetahui ada yang mau bergabung, pengguna sebelumnya sebaiknya juga merespon, Contoh: Terdengar JZ12AR, mohon bersabar satu dua kesempatan

    PENGGUNAAN STASIUN KRAP
    1.Stasiun KRAP hanya boleh digunakan untuk komunikasi radio dalam negeri
    2.Stasiun KRAP dapat digunakan untuk kegiatan :
    a. Hubungan persahabatan dan persaudaraan antar sesama anggota;
    b. Pembinaan, penyuluhan dan kegiatan RAPI;
    c. Bantuan komunikasi dalam rangka kegiatan kepramukaan, olah raga, sosial kemasyarakatan dan kegiatan kemanusiaan lain;
    d. Penyampaian berita marabahaya, bencana alam, dan pencarian dan pertolongan (SAR).
    3.Kegiatan KRAP di luar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam point (1) yang kegiatannya berskala nasional harus mendapat persetujuan Direktorat Jenderal sedang kegiatan yang berskala Daerah harus mendapat persetujuan Kepala Dinas Propinsi
    4.Dalam kegiatan KRAP wajib menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar.
    5.Stasiun KRAP dilarang digunakan untuk :
    a. Memancarkan berita yang bersifat politik, SARA, dan atau pembicaraan lainnya dapat menimbulkan gangguan keamanan dan ketertiban;
    b. Memancarkan pemberitaan / berita yang bersifat komersial;
    c. Memancarkan berita sandi kecuali kode-10 (ten-code);
    d. Berkomunikasi dengan stasiun KRAP yang tidak memiliki izin atau stasiun radio lain selain stasiun KRAP;
    e. Disambungkan dengan jaringan telekomunikasi lain milik penyelenggara telekomunikasi;
    f. Memancarkan berita merabahaya atau berita lain yang tidak benar;
    g. Memancarkan informasi yang tidak sesuai peruntukannya sebagai sarana komunikasi radio antara lain memancarkan musik-musik, menyanyi, pidato, dongeng, pembicaraan asusila.
    6.Stasiun KRAP atau perangkat KRAP dilarang digunakan sebagai sarana komunikasi untuk kepentingan dinas instansi pemerintah/swasta.
    7.Stasiun KRAP dilarang digunakan di atas kapal laut atau di pesawat udara
    8.Stasiun KRAP dengan seizin pemiliknya dapat digunakan oleh pemegang IKRAP lainny dengan mematuhi ketentuan-ketentuan yang berlaku
    9.Stasiun KRAP meskipun dengan sepengetahuan pemiliknya tidak diizinkan untuk digunakan oleh seseorang yang tidak memiliki IKRAP
    10.Stasiun KRAP harus dapat dikenali dari nama panggilan yang setiap kali dipancarkan dengan menyebut nama panggilan (10-28) pada permulaan dan akhir komunikasi radio yang diselenggarakan, dilaksanakan paling sedikit setiap 3 (tiga) menit sekali

    Read Full Post »

    Kode Etik RAPI & Panca Bakhti

    Kode Etik dan Panca Bhakti RAPI

    Kode Etik
    1.Seorang anggota RAPI berjiwa Perwira
    2.Seorang anggota RAPI berjiwa Setia
    3.Seorang anggota RAPI berjiwa Patriot
    4.Seorang anggota RAPI berjiwa Stabil
    5.Seorang anggota RAPI berjiwa Ramah Tamah
    6.Seorang anggota RAPI berjiwa Taat

    Panca Bhakti
    1.Seorang anggota RAPI harus rendah hati
    2.Seorang anggota RAPI harus energic
    3.Seorang anggota RAPI harus peka dan tanggap terhadap Aspek Sosial Kemasyarakatan
    4.Seorang anggota RAPI harus mempunyai daya juang yang menonjol pada Bangsa dan Negara Republik Indonesia
    5.Seorang anggota RAPI harus berjiwa Gotong Royong

    Read Full Post »

    YJOC

    sebuah komunitas para pencinta dan pengguna motor [biker] berlabel Yamaha tipe Jupiter yang beranggotakan Jupiter, Jupiter Z, Jupiter Z CW, X-1, Jupiter MX, Jupiter MX CW, Jupiter MX CW SE

    Memiliki visi menjadi komunitas yang solid, guyub, saling berbagi dan menjunjung tinggi brotherhood sesama anggota dan sesame biker lainnya terutama biker Yamaha type Jupiter baik yang sudah tergabung dalam klub atau komunitas maupun tidak [privateer] menuju kebersamaan

    Mengusung misi merangkul para biker Yamaha type Jupiter di Indonesia baik para biker yang sudah tergabung dalam klub maupun privateer dalam satu visi dan mengembangkan perilaku santun, elegan, mengembangkan budaya egaliter dan tidak arogan di jalan sampai tercipta jalanan sebagai suatu tempat yang aman dan nyaman bagi semua pengguna jalan.

    Read Full Post »

    Frequensi Rapi dan Orari

    REPEATER RAPI
    NO FREQ DUPLEX TONE KETERANGAN
    INPUT OUTPUT
    GELOMBANG VHF
    JABAR
    1 143,000 142,250 MhZ OFF JZ10ZRD (RPT. Tangkuban Perahu – Bandung, JABAR.
    2 143,590 142,600 MhZ +099 OFF RPT. RAPI Wilayah Cirebon, JABAR.
    3 142,030 142,780 MhZ -75 RPT. RAPI Lokal 03 Cisaat, Kab. Sukabumi, JABAR.
    4 142,000 143,550 MhZ -155 RPT. RAPI Wilayah Bogor di Puncak, JABAR (PACUL 1).
    5 142,375 143,470 MhZ -109.5 RPT. RAPI Wilayah Kotif Depok, JABAR.
    6 142,020 143,570 MhZ -155 RPT. RAPI Kab. Bogor di Gn. Salak (PACUL 2).
    7 142,060 143,560 MhZ -150 RPT. RAPI Wilayah Kab. Ciamis, JABAR.
    8 149,110 141,110 MhZ +800 RPT. di Subang, JABAR.
    JATENG
    1 142,720 142,100 MhZ +062 RPT. RAPI Wilayah Kota Semarang Barat, JATENG.
    2 143,510 142,130 Mhz +128 RPT. RAPI Wilayah Kota Semarang Selatan, JABAR.
    3 148,550 142,250 Mhz +630 RPT. RAPI Wilayah Kab. Karanganyar, JATENG.
    4 143,500 142,300 MhZ +120 RPT. RAPI Wilayah Kab. Sukoharjo, JATENG.
    5 141,850 142,500 MhZ -65 88,5 RPT. RAPI Wilayah Kab. Sragen,JATENG
    6 140,930 142,640 MhZ -171 RPT. RAPI Kab. Wonogiri, JATENG.
    7 141,100 142,690 MhZ -159 RPT. RAPI Kab. Purbalingga, JATENG.
    8 142,060 142,730 MhZ -067 RPT. RAPI Wilayah Kab. Wonogiri, JATENG.
    9 140,750 142,750 MhZ -200 RPT. RAPI Wilayah Kab. Purworejo, JATENG.
    10 140,880 142,880 MhZ -200 88,5 RPT. RAPI Selo, Boyolali, JATENG
    11 140,950 142,900 MhZ -195 RPT. RAPI Kab. Kebumen, JATENG.
    12 142,090 143,150 MhZ -106 RPT. RAPI Wilayah Kab. Wonosobo (Gn. Sumbing)
    13 142,170 143,170 MhZ -100 RPT. RAPI Wilayah Kota Madya Tegal, JATENG.
    14 142,380 143,280 MhZ -90 RPT. RAPI Wilayah Kab. Tegal (Bumi Jawa), JATENG.
    15 141,340 143,000 MhZ -166 RPT. RAPI Wilayah Kab. Blora (Bukit Kembang), JATENG.
    16 142,130 143,330 MhZ -120 OFF RPT. PANTURA, JATENG.
    17 140,840 143,450 MhZ -261 88,5 RPT. RAPI Wilayah Kab. Klaten, JATENG.(JZ 11 ZXA).
    18 142,065 143,450 MhZ -138,5 RPT. RAPI Wilayah Kab. Batang, JATENG.
    19 142,080 143,530 MhZ -145 OFF RPT. RAPI di Gn. Telomoyo, JATENG (JZ 11 ZRD3).
    20 142,020 143,570 MhZ -155 RPT. RAPI Candi Cheto, Surakarta, JATENG (JZ 11 ZRD2)
    21 14,203 143,580 MhZ -155 RPT. RAPI Gn. Argo Jembangan, Pati, JATENG (JZ11 ZRD4).
    22 142,050 143,600 MhZ -155 RPT. RAPI Gn. Prau, JATENG (JZ 11 ZRD1).
    23 140,820 143,620 MhZ -280 OFF RPT. RAPI Wilayah Kab Banjarnegara, JATENG.
    24 140,950 143,650 MhZ -270 RPT. RAPI Gn. Kencur, Purwodadi, JATENG
    25 142,160 143,700 MhZ -154 RPT. RAPI Wilayah Kab. Banyumas, JATENG.
    D.I.Y.
    1 142,000 143,550 MhZ -155 RPT. RAPI D.I. Yogyakarta di bukit Pathuk (JZ 12 ZRD).
    2 143,170 142,450 MhZ -072 RPT. RAPI Kulon Progo, DIY.
    3 142,110 143,390 MhZ -128 RPT. Kulon Progo, DIY.
    4 140,860 143,530 MhZ -267 RPT. RAPI Lokal Kecamatan Depok, Kab. Sleman, DIY.
    5 140,810 142,700 MhZ -289 RPT. RAPI Gunung Kidul, DIY.
    JATIM
    1 142,045 143,340 MhZ -129.5 RPT. RAPI Kab. Lumajang, JATIM.
    2 140,680 143,610 MhZ -293 OFF RPT. Gn. Brengos, JATIM.
    3 142,040 143,480 MhZ -144 RPT. RAPI Kab. Pacitan, JATIM.
    4 149,780 143,680 MhZ +610 RPT. Gunung Bromo, JATIM
    5 140,360 143,060 MhZ -270 RPT. RAPI Kab. Nganjuk (G. Wilis), JATIM.
    6 140,600 143,630 MhZ -303 RPT. RAPI Lokal DonoMulyo, Malang Selatan (Puncak Bima), JATIM.
    7 140,720 143,250 MhZ -2.52 88,5 RPT. RAPI Wilayah Malang, JATIM.
    8 150,780 141,780 MhZ +900 RPT. RAPI Wilayah Madiun, JATIM.
    9 150,120 142,620 MhZ +750 RPT. RAPI Wilayah Madiun, JATIM.
    10 144,730 141,680 MhZ +305 RPT. RAPI Wilayah Madiun, JATIM.
    11 141,520 143,520 MhZ -200 RPT. RAPI Wilayah Trenggalek, JATIM.
    12 151,430 141,680 MhZ +975 RPT. ….. di JATIM.
    13 150,520 141,720 MhZ +880 RPT. ….. di Pacitan, JATIM.
    14 142.045 143,330 MhZ -128.5 RPT. Bromo 1
    15 140.760 143.760 MhZ -298 RPT. Bromo 2
    16 143.070 142.690 MhZ +38 88,5 RPT. Gresik
    17 149.330 140.330 MhZ +9.00 RAPI Lokal Pasuruan
    18 141.180 143.480 MhZ -2.30 RAPI Lokal Lowokwaru Malang
    19 144.560 142.560 MhZ +2.00 RAPI Lokal Poncokusumo Malang
    20 143.180 140.680 MhZ +2.50 88.5 RAPI Lokal Singosari Malang
    LUAR JAWA (REPEATER & CALL FREKWENSI)
    1 140,480 143,480 MhZ -300 RPT. Bali
    2 140,500 143,500 MhZ -300 RPT. Lombok
    3 140,370 143,370 MhZ -300 88.5 RPT. Mataram
    4 143,000 MhZ Call Frek RAPI kota Pontianak
    5 143,370 MhZ Call Frek RAPI Kal-Bar
    6 142,000 143,400 MhZ -140 88.5 RPT. RAPI Batam
    7 143,400 MhZ Call Frekwensi Rapi Batam
    8 143,510 142,110 MhZ +140 RPT. RAPI Tanjungkarang, Lampung
    9 143,070 MhZ RAPI Wilayah Metro Lampung
    10 143,090 MhZ RAPI Wilayah Lampung Selatan
    11 143,600 MhZ RAPI Wilayah Kota Solok (Sumbar)
    REPEATER NON RAPI
    1 146,020 146,620 MhZ -60 RPT. ORARI Gn. Sumbing, JATENG.
    2 146,080 146,680 MhZ -60 RPT. ORARI Pemalang
    3 146,720 146,120 MhZ +60 RPT. ORARI Deles Indah, Kab. Klaten, JATENG.
    4 146,140 146,740 MhZ -60 RPT. ORARI Kab. Ciamis, JABAR (YB 1 ZEH).
    5 146,200 146,800 MhZ -60 RPT. ORARI Indramayu, JABAR.
    6 146,240 146,840 MhZ -60 RPT. ORARI Purworejo
    7 134,670 137,670 MhZ -300 RPT. PO Coyo, Tegal di Telomoyo.
    8 135,070 138,870 MhZ -380 RPT. PATAS PO Ramayana, Muntilan.
    9 157.680 163.680 MhZ -600 100 RPT. POLRES Klaten, JATENG.
    10 149,130 148,130 MhZ +100 RPT. YANMAS POLRES Batang, JATENG.
    11 152,020 148,180 MhZ +384 RPT. di Parang Tritis, Yogyakarta.
    12 153,030 148,940 MhZ +454 RPT. Gn. Sumbing VR2, JATENG.
    13 157,470 148,970 MhZ +850 RPT. Bukit Suroloyo, DIY.
    14 151,770 149,200 MhZ +257 RPT. Bukit Turgo, Lereng Merapi, Yogyakarta.
    15 140,300 149,990 MhZ -690 RPT. Gn. Merbabu, JATENG.
    16 154,570 150,270 MhZ +430 88,5 RPT. Bis Malam.
    17 150,500 150,350 MhZ +015 Taxi …..
    18 160,430 150,450 MhZ +998 RPT. RSI Klaten.
    19 157,900 151,000 MhZ +690 OFF RPT. SATLANTAS POLRES Sleman, Yogyakarta.
    20 159,430 154,400 MhZ +503 OFF RPT. PDAM DIY.
    21 172,880 163,600 MhZ +928 RPT. POLRES Ciamis, JABAR.
    22 153,480 155,440 MhZ -196 RPT. POLRES Gunung Kidul, Yogyakarta.
    23 162,925 160,175 MhZ +275 88.5 RPT. SATKORLAK DIY.
    24 157,625 162,800 MhZ -517,5 88.5 RPT. Pemda Kab. Sleman, DIY.
    25 155,640 162,870 MhZ -723 88.5 RPT. Pemda Kab.Sleman / SATLANTAS Sleman.
    26 168,725 170,620 MhZ -189,5 110,9 RPT. PLN Daerah Istimewa Yogyakarta.
    27 165,825 170,875 MhZ -505 RPT. PERHUTANI.
    28 167,520 172,130 MhZ -461 RPT. PT KAI Daop IV.
    29 151,550 155,510 MhZ -396 RPT. Pemda Pacitan
    30 150,820 149,050 MhZ +177 RPT. Gn. Penyu, Boyolali JATENG
    31 154,160 148.160 MhZ RPT. SARDA DIY, Yogyakarta.
    32 156,225 150,700 MhZ +552,5 RPT. PMI DIY
    33 157.250 162.550 MhZ -530 88.5 SAR Parangtritis
    34 156,900 150,900 MhZ +600 RPT. IFRC . DIY
    35 153,365 150,800 MhZ +256,5 RPT. Dinas Kesehatan Kulonprogo
    36 153,940 149,490 MhZ +445 RPT. Suralaya , Kulonprogo
    37 151,110 142,900 MhZ SAR Linmas Pantai Baron, Gunung Kidul, DIY
    38 154,580 148,280 MhZ RPT. di Kec. Dukun, Kabupaten Magelang, JATENG
    39 155,190 148,940 MhZ RPT. Perangkat desa se-kabupaten Magelang, JATENG
    40 154,830 148,900 MhZ RPT. di Muntilan. JATENG
    41 153,800 149,290 MhZ RPT. Bukit Suroloyo
    42 157,425 152,050 MhZ 88.5 RPT. Dinas Perhubungan Propinsi DIY
    43 158,125 153,300 MhZ 167,9 RPT. Dinas Pekerjaan Umum Propinsi DIY
    44 162,550 157,250 MhZ SAR Linmas Pantai Parangtritis, DIY
    45 162,370 162,870 MhZ 88.5 RPT. Pemda Kab. Sleman, DIY
    46 158,040 163,090 MhZ RPT. Pemda Propinsi D.I. Yogyakarta (PACAR)
    47 160,000 165,000 MhZ 114,8 RPT. Kecamatan se- Kabupaten Sleman, DIY
    48 156,770 165,100 MhZ RPT. Pemda Kabupaten Kulon Progo, DIY
    49 159,950 165,125 MhZ 88.5 RPT. Pemda Kabupaten Bantul, DIY
    50 168,700 165,550 MhZ 88.5 RPT. Pengairan DIY. (Proyek Opak-Oyo)
    51 151,880 149,070 MhZ +281 88.5 RPT. Pengamatan visual Merapi. Balerante
    CALL FREKWENSI RAPI
    1 142,070 MhZ RAPI Lokal 06, Kertasari, Kab. Bandung, JABAR.
    2 142,070 MhZ Paguyuban Pengguna Freq di Bantul Timur, Kab. Bantul, DIY.
    3 142,180 MhZ Paguyuban Pengguna Freq di Kec. Pleret, Kab. Bantul, DIY.
    4 142,200 MhZ RAPI Wilayah Kotamadya Yogyakarta, DIY (JZ12ZWA).
    5 142,200 MhZ RAPI Lokal 01, Bale Endah, Kab. Bandung, JABAR.
    6 142,280 MhZ RAPI Lokal 03, Tegal Lega, Kotamadya Bandung, JABAR.
    7 142,300 MhZ RAPI Lokal Cianjur Utara, JABAR.
    8 142,350 MhZ RAPI Wilayah Kab. Bantul, DIY (JZ12ZWB).
    9 142,350 MhZ RAPI Wilayah Sukabumi, JABAR.
    10 142,375 MhZ RAPI Wilayah Kotif Depok, JABAR.
    11 142,380 MhZ RAPI Lokal Karang Pucung, Kab. Cilacap, JATENG.
    12 142,430 MhZ RAPI Lokal Kecamatan Kalasan, Kab. Sleman, DIY.
    13 142,450 MhZ RAPI Wilayah Kab. Kulon Progo, DIY (JZ12ZWC).
    14 142,470 MhZ RAPI Lokal Cianjur Barat, JABAR.
    15 142,480 MhZ RAPI Lokal 05, Cicalengka, Kab. Bandung, JABAR.
    16 142,520 MhZ RAPI Lokal 01, Ujung Berung, Kota Madya Bandung, JABAR.
    17 142,530 MHz RAPI Lokal Kabupaten Magelang Barat, JATENG
    18 142,550 MhZ RAPI Wilayah Kab. Temanggung, JATENG (JZ11ZWF).
    19 142,600 MhZ RAPI Lokal 02, Karees, Kotamadya Bandung, JABAR.
    20 142,650 MhZ RAPI Wilayah Kab. Bandung, JABAR
    21 142,700 MhZ RAPI Wilayah Kab. Gunung Kidul, DIY (JZ12ZWD).
    22 142,700 MhZ RAPI Wilayah Kotamadya Bandung, JABAR
    23 142,700 MhZ RAPI Lokal Pelabuhan Ratu, Sukabumi, JABAR.
    24 142,720 MhZ RAPI Lokal Cianjur Timur, JABAR.
    25 142,750 MhZ RAPI Wilayah Kab. Purworejo, JATENG.
    26 142,770 MhZ RAPI Lokal 02, Pengalengan, Kab. Bandung, JABAR.
    27 142,800 MhZ RAPI Lokal 05, Bojonagara, Kotamadya Bandung, JABAR.
    28 142,830 MhZ Paguyuban Pengguna Freq di Kec. Godean, Kab. Sleman, DIY
    29 142,850 MhZ RAPI Wilayah Kab. Sleman, DIY (JZ12ZWE).
    30 142,850 MhZ RAPI Wilayah Kotif Cimahi, JABAR.
    31 142,870 MhZ RAPI Lokal Kecamatan Depok, Kab. Sleman, DIY.
    32 142,870 MhZ RAPI Lokal Kota Cianjur, JABAR.
    33 142,870 MhZ RAPI Lokal Ciamis Barat, Kab. Ciamis, JABAR
    34 142,900 MhZ RAPI Daerah Propinsi JABAR (JZ 10 ZZD)
    35 142,920 MhZ RAPI Wilayah Kab. Ciamis, JABAR.
    36 142,920 MhZ Paguyuban Pengguna Freq di Kec. Pathuk, Kab. Gunung Kidul, DIY.
    37 142,970 MhZ RAPI Lokal Kec. Sumowono, Kab. Semarang, JATENG.
    38 142,980 MhZ Paguyuban Pengguna Freq DUSELA, DIY.
    39 143,020 MhZ RAPI Lokal Lembang, Bandung, JABAR.
    40 143,050 MhZ RAPI Wilayah Kab. Semarang, JATENG.
    41 143,050 MhZ RAPI Wilayah Kab. Garut, JABAR.
    42 143,070 MhZ Paguyuban MIYOSI, Yogyakarta.
    43 143,100 MhZ RAPI Wilayah Kotamadya Magelang, JATENG.
    44 143,100 MhZ RAPI Lokal Kecamatan Padalarang, JABAR.
    45 143,150 MhZ RAPI Wilayah Kab. Cianjur, JABAR.
    46 143,170 MhZ RAPI Lokal Cianjur Selatan, JABAR.
    47 143,180 MhZ RAPI Lokal Ciamis Utara, Kab. Ciamis, JABAR.
    48 143,200 MhZ RAPI Lokal Kecamatan Sedayu, Kab. Bantul, DIY.
    49 143,200 MhZ RAPI Wilayah Kab. Banyumas, JATENG.
    50 143,230 MhZ RAPI Lokal 04, Cibeunying, Kotamadya Bandung, JABAR.
    51 143,270 MhZ RAPI Lokal 04, Majalaya, Kab. Bandung, JABAR.
    52 143,280 MhZ RAPI Lokal Kecamatan Mlati, Kab. Sleman, DIY.
    53 143,290 MhZ RAPI Lokal 06, Gede Bage, Kotamadya Bandung, JABAR.
    54 143,320 MhZ RAPI Lokal Garut Barat, Kab. Garut, JABAR.
    55 143,350 MhZ RAPI Daerah Propinsi DIY (JZ 12 ZZD)
    56 143,350 MhZ RAPI Lokal Ciamis Selatan, Kab. Ciamis, JABAR.
    57 143,450 MhZ RAPI Lokal Kotif Banjar Pataruman, JABAR.
    58 143,500 MhZ RAPI Wilayah Kab. Banjarnegara, JATENG.
    59 143,500 MhZ RAPI Lokal Kecamatan Gamping, Kab. Sleman, DIY.
    60 142,870 MhZ RAPI Lokal Banjar Jabar
    61 142,200 MhZ RAPI Lokal Tasikmalaya Jabar

    Read Full Post »